Menurut jam dinding Elenore sekarang sudah pukul 7 malam, dan kedua temannya belum kunjung datang. Ini mereka pergi beli boba apa pergi ke Amerika sih, batin Nore.

Sudah 5 jam Elenore duduk mengerjakan proposal untuk acara kampus. Dia terpilih untuk menjadi ketua salah satu acara kampus terbesar; La La La fest. La La La fest selalu dilaksanakan sekali dalam satu tahun. Tahun lalu yang menjadi ketua acara tersebut adalah kakak Elenore yang bernama Shaka, dan karena hal tersebut juga Elenore lah yang terpilih untuk menjadi ketua La La La fest tahun ini; biar tahta ketua La La La fest ada garis keluarganya kata mahasiswa disana—alasan saja sih biar Elenore yang terpilih menjadi ketuanya.

Setelah menunggu sangat lama, akhirnya yang ditunggu Elenore datang juga. Begitu ia mendengar suara motor diluar, Elenore bergegas turun dan membuka gerbang kostanya— saat itu juga Elenore menyadari bahwa sedang hujan dikawasanya. Isel yang pertama masuk, pakaiannya kacau sekali. Ia menggunakan jas hujan berwarna hijau yang menutupi jeans berwarna hitam pekat yang sudah basah akibat hujan dengan atasan kaos putih berwarna putih polos yang sudah basah dimana-mana.

“Lah diluar hujan?” Tanya Elenore kepada Isel.

“Kemana aja lo? Itu diluar hujan deres banget ga denger sama sekali.” Jawab Isel dengan nada yang penuh kekesalan.

Selanjutnya Rora datang setelah memarkirkan motornya dengan boba ditanganya yang sudah kacau bentukannya. Boba yang sudah terbalik di plastiknya, sedotannya sudah penyok dan yang membawanya juga sudah tidak bisa ditebak. Helm yang sudah miring-miring, dan bisa terlihat jas merah yang dikenakan Rora sudah mulai robek; alhasil celana jeans dan baju yang Rora kenakan sudah basah kuyup. Setalah drama kehujanan, akhirnya mereka naik ke kamar Elenore.

Sesampainya mereka di kamar kostan Elenore, Isel dan Rora memutuskan untuk membersihkan diri. Butuh waktu yang cukup lama untuk mereka bebersih, apalagi Rora yang mandinya sambil nyanyi. Setelah mereka selesai bebersih Elenore sudah membuatkan mereka teh hangat dan memberinya kepada kedua temannya yang sekarang sedang tiduran di kasur kostan tersebut.

Di kasur Elenore mereka berbincang-bincang tentang idola kampus, ada cogan apa tidaknya di kampus mereka, hal apes yang mereka alami hari itu, dan lain-lain. Percakapan itu terhenti ketika ponsel Elenore memunculkan satu notif yang membuat mereka berteriak.