Tidak pernah Elenore sangka kalau hidupnya akan penuh dengan banyak kejutan. Mungkin kalau ia catat sudah sepanjang jalan rel kereta api dari Jakarta sampai Semarang.

Namun menurutnya, ada tiga peristiwa hidup di hidup Elenore yang menurutnya sangat mengejutkan dan sampai sekarang ia tidak percaya kalau peristiwa itu pernah terjadi dalam hidupnya.

Pertama, tidak pernah ia bayangkan kalau idolanya yang bernama Nelson Rain yang sangat ia kagumi itu akan menjadi pacarnya.

Kedua, tidak pernah ia sangka kalau Nelson selaku idolanya akan membuatkan lagu untuknya.

Ketiga, tidak pernah ia sangka kalau sekarang ia dalam perjalanan untuk bertemu kekasihnya; Nelson Rain.

Sesampainya di taman rumahnya sendiri, mata Elenore langsung ditutupi dengan penutup mata berwarna merah muda dan Nelson pun menuntun Elenore agar dia dapat berjalan dengan baik meskipun dengan mata yang tertutup.

“IH INI AKU DI CULIK YAAAA,” omel Elenore. “Iya lagi di culik. Makanya jangan cantik-cantik dong jadi manusia.” Balas Nelson dengan iseng yang mendapatkan satu tamparan kecil dari Elenore.

“Kapan aku SAMPENYAAA,” protes Elenore yang sudah ditutup matanya selama hampir 15 menit.

“Nih udah sampe. Coba buka penutup matanya.”

Begitu Elenore membuka penutup matanya, ia terkaget dengan apa yang sudah Nelson ubah di taman rumahnya itu. Bisa terlihat bahwa ada satu meja kayu yang biasa ada di sekolah dan satu papan tulis yang memiliki 4 roda kecil yang memudahkan papan tulis itu untuk dipindah-pindah.

“Kamu duduk di situ ya nak.” Ucap Nelson dengan iseng seraya mencubit pelan-pelan pipi Elenore.